Teori Gradasi: Komparasi Antara Ibn Sina, Suhrawardi dan Mulla Shadra
(ندگان)پدیدآور
Susilo, Benny
نوع مدرک
TextOriginal Article
زبان مدرک
Englishچکیده
Pembahasan gradasi ( al-tasykīk) sebelum periode Mullā Shadrā terbatas pada kategori kualitas dan kuantitas, atau dikenal dengan istilah gradasi diferensial (al-tasykīk al-tafādhulī). Dalam pandangan Ibn Sīnā, gradasi terjadi pada hal-hal aksidental (al-tasykīk fī al-‘aradhī); sementara menurut Suhrawardī, gradasi terjadi pada quiditas (al-tasykīk fī al-māhiyyah). Mullā Shadrā menolak kedua pandangan tersebut dan membuktikan bahwa gradasi, dalam makna spesifik, secara esensial (bi al-dzāt) terjadi pada hakikat eksistensi (tasykīk fī ḥaqīqat al-wujūd), sedangkan gradasi dalam makna umum terjadi tidak secara esensial melainkan hanya mengikuti (bi alilḥaq). Dengan menggunakan metode deskriptif-analitis dan pendekatan komparatif, ulasan artikel ini ditujukan untuk memperlihatkan titik temu dan perbedaan pandangan ketiga filsuf tersebut seputar gradasi; juga, menunjukkan bahwa Mullā Shadrā melanjutkan mengelaborasi dua gradasi lainnya setelah membuktikan klaim adanya kesatuan pada hakikat eksistensi dan menyatakan gradasi diferensial pada hakikat eksistensi
کلید واژگان
Kata-kata Kunci: gradasigradasi dalam materi
gradasi kausal
gradasi aksidental
شماره نشریه
2تاریخ نشر
2015-12-011394-09-10
ناشر
Sekolah Tinggi Filsafat Islam Sadraسازمان پدید آورنده
Sekolah Tinggi Filsafat Islam (STFI) Sadraشاپا
2442-54512407-1056



