The Essence of Religion in The Perspective of Islamic Mysticism
(ندگان)پدیدآور
Esmaeili, Masoud
نوع مدرک
TextOriginal Article
زبان مدرک
Englishچکیده
Dimensi esoterik dan eksoterik agama" adalah masalahfilosofis-teologis yang berkonteks oksidental. “Pengalaman Religius" dan “Sophia Perennis" adalah dua teori yang diperdebatkan dalam isu ini. Esensi agama, menurut teori yang pertama, terletak pada pengalaman yang membuat pemiliknya terlihat religius (beragama) dan eksoterisnya mencakup seperangkat keyakinan yang berawal pada kemerdekaan yang dirasakan oleh pesuluk/pejalan setelah menyentuh esensi, dan teori kedua mendefinisikan agama sebagai fenomena yang nampak yang aspek batinnya adalah monoteisme yang termanifestasi dalam bentuk Sophia Perennis dalam diri manusia, dan kerangkanya terdiri dari tradisi tradisi yang mengantar sang pejalan menuju mutiara. Dalam mistisisme Islam, agama adalah kebenaran yang terintegrasi dan lurus, termanifestasi dalam tiga aspek; eksoterik, esoterik dan ultra-esoterik. Manifestasi esoterik adalah kesatuan individual yang juga adalah mutiara agama, dan meskipun terlihat sebagai aspek luar atau eksoterik, sebenarnya adalah bayangan dari kebenaran esoterik yang sama yang bersifat kekal. Keberagamaan adalah juga kebenaran yang berlapis yang esensinya adalah intuisi yang mutlak dari monoteisme mistis; sehingga dengan demikian agama dan keberagamaan adalah saling berkaitan erat dalam esensinya.
کلید واژگان
Syariat (agama)tarekat (disiplin spiritual)
kebenaran
kekhalifahan
kesatuan individual
شماره نشریه
1تاریخ نشر
2012-06-011391-03-12
ناشر
Sekolah Tinggi Filsafat Islam Sadraسازمان پدید آورنده
Institute for Islamic Culture and Tought, Tehranشاپا
2442-54512407-1056



